Resensi Buku: Perempuan yang
Mendahului Zaman_K. Jasmi
Judul
buku : Perempuan Yang Mendahului
Zaman
Penulis : Khairul Jasmi
Penerbit : Republika
Tebal :
232 xii halaman
ISBN :
978-623-279-089-6
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Rahmah Al
Yunusiah, seorang ulama perempuan asal Minangkabau, Sumatera Barat. Tokoh ini
dikenal luas sebagai “Kartini Pendidikan Islam” karena jasanya yang luar biasa
dalam memajukan pendidikan Islam, terutama bagi kaum perempuan.
Cerita dalam buku ini disusun secara berurutan,
mulai dari kelahiran hingga wafatnya Rahmah. Cara penceritaannya menarik karena
diselingi dengan percakapan dan menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga
pembaca bisa menikmatinya dengan lancar. Susunan cerita yang runtut membuat
pembaca penasaran dan ingin terus membaca bab berikutnya.
Rahmah adalah sosok yang sangat istimewa dan
langka. Meskipun lahir dari keluarga ulama terpandang, ia berani melawan
kebiasaan zamannya dan melakukan hal-hal yang sulit dilakukan perempuan
berpendidikan agama pada masa itu. Itulah mengapa buku ini diberi judul “Perempuan
Mendahului Zaman”.
Meski berstatus janda, semangat Rahmah untuk
dunia pendidikan tidak pernah padam meskipun menghadapi berbagai rintangan.
Tekadnya untuk mendirikan dan mengelola sekolah khusus perempuan sungguh
mengagumkan. Sekolah Diniyah Puteri yang didirikannya memiliki program
pembelajaran yang sangat lengkap, mencakup semua aspek pendidikan.
Rahmah juga aktif dalam urusan kemiliteran dan
berani menentang penjajah Jepun. Ia sangat dihormati baik oleh kawan maupun
lawan. Sampai akhir hayatnya, ia tetap konsisten memperjuangkan pendidikan.
Rahmah bukan perempuan biasa yang hanya mengikuti arus, tetapi justru ia yang
menciptakan perubahan dan menetapkan standar tinggi tentang sejauh mana
perempuan bisa berkontribusi.
Quotes favorit saya:
“Engku guru, tolong didik anak saya, ini beras dan
uang secukupnya, ini rotan untuk pelecutnya. Jika anak kami nakal, tak mau
mengaji, Engku lecut sajalah, biar dia pandai mengaji dan tahu adab berguru.”
(Halaman 14)
“Tugas seorang guru adalah suatu tugas yang besar
dan suci, yang dituntut oleh agama dan bangsa kita, tetapi tugas keguruan itu
adalah tugas yang berat. Karena beratnya, maka orang-orang pandai dalam dunia
dan sejarah pendidikan merasa perlu untuk menyusun sendiri ilmu-ilmu masalah
keguruan untuk mempermudah mereka dalam memikul tugas yang berat, besar dan
suci tersebut.”
(Zaki)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar