Selasa, 16 Desember 2025

Reseni Buku: Apapun Selain Hujan – Orizuka

 Reseni Buku: Apapun Selain Hujan – Orizuka

Oleh: Zaki

Judul Buku      : Apa Pun Selain Hujan

Penulis             : Orizuka

Penerbit           : Gagasmedia

Terbit               : 2016

Tebal               : 288 hlm

ISBN               : 978-979-78-0850-1

 

SEBELUMNYA, Wirawan Gunadi seorang lelaki kelahiran 18 Mei 1995 memiliki segalanya, dua sahabat karib Faiz dan Nadine. Mereka bertiga sama-sama menyukai taekwondo. Namun, hobi yang menyatukan mereka justru menjadi penyebab renggangnya persahabatan tersebut.

Nggak apa-apa Wira. Selama kamu tahu letak kesalahanmu dan bersedia memperbaiki diri, nggak apa-apa.” Kayla (hal 56).

Dalam sebuah kejuaraan Jakarta Cup Open Tournament 2013, Wira harus bertanding melawan Faiz Hasan, sahabatnya sendiri. Wira memenangkan pertandingan dengan tendangan memutar ke kepala Faiz yang menghasilkan poin tinggi. Sayangnya, Faiz terjatuh dan tidak sadarkan diri setelah terkena tendangan tersebut. Saat hujan lebat turun, Faiz menghembuskan napas terakhirnya.

Wira tidak sanggup menghadapi cercaan orang-orang yang menyebutnya pembunuh Faiz. Ia memutuskan pergi ke Malang dan tinggal bersama neneknya sambil kuliah di jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya. Di sana, Wira menutup diri dari lingkungan sekitar, teman-teman kampus, dan menjadi takut pada hujan.

“Sudah beberapa bulan ini, Wira hidup layaknya buronan, yang lari dari segala masalah yang ia buat. Ia meninggalkan dan melupakan semua yang pernah ia miliki. Ia tak berani menoleh ke belakang, juga tak berani diam di tempat. Karena jika ia diam, ia tak akan punya pilihan lain selain mengingat.”

Namun, takdir seolah memaksanya kembali ke dunia taekwondo. Ia berkenalan dengan Kayla, gadis manis yang juga seorang taekwondoin. Kehadiran Kayla membuka kembali ‘kenangan buruk’ yang selama ini Wira coba sembunyikan.

“Gadis itu tahu Wira tidak hanya sekadar takut hujan. Gadis itu tahu hujan adalah kelemahan terbesarnya. Gadis itu tahu, maka dari itu ia menantangnya.”

Cerita ini fokus pada perjalanan Wira, seorang pemuda yang kehilangan rasa percaya diri setelah sahabatnya meninggal. Ia menyalahkan diri sendiri dan berusaha melupakan Faiz. Wira yang pemalu dan pendiam kemudian bertemu Kayla, yang mengingatkannya pada Nadine. Orizuka sangat pandai menulis cerita unik menjadi cerita yang mengalir alami disertai beberapa plot twist kecil di bagian akhir. Pembaca jadi ikut merasakan kesedihan Wira. Kesan lainnya, novel ini membuat saya ingin berkunjung ke Malang!

Quotes favorit saya:

“Saya tidak tahu apa yang sudah terjadi pada kamu, tetapi kamu sekarang ada di sini. Kamu sekarang ada di sini. Kamu tidak bisa mundur. Kamu hanya bisa berjuang. Danar hal. 222.

“Orang lain bisa mengatakan apa pun yang mereka mau. Itu sepenuhnya kuasamu untuk percaya. Tapi, kamu juga punya kuasa untuk memercayai dirimu sendiri, juga orang-orang yang benar-benar sayang dan peduli padamu. Kalau kamu selalu percaya omongan orang lain, kamu tidak akan bisa bahagia.” – Nenek Wira, hal. 254.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar