Reseni Buku: Apapun Selain Hujan – Orizuka
Oleh: Zaki
Judul Buku : Apa Pun Selain Hujan
Penulis : Orizuka
Penerbit : Gagasmedia
Terbit : 2016
Tebal : 288 hlm
ISBN : 978-979-78-0850-1
SEBELUMNYA, Wirawan Gunadi seorang
lelaki kelahiran 18 Mei 1995 memiliki segalanya, dua sahabat karib Faiz
dan Nadine. Mereka bertiga sama-sama menyukai taekwondo.
Namun, hobi yang menyatukan mereka justru menjadi penyebab renggangnya persahabatan tersebut.
“Nggak
apa-apa Wira. Selama kamu tahu letak kesalahanmu dan bersedia memperbaiki diri,
nggak apa-apa.” – Kayla (hal 56).
Dalam
sebuah kejuaraan Jakarta Cup Open Tournament 2013, Wira harus bertanding
melawan Faiz Hasan, sahabatnya sendiri. Wira
memenangkan pertandingan dengan tendangan memutar ke kepala Faiz yang menghasilkan
poin tinggi. Sayangnya, Faiz terjatuh dan tidak sadarkan diri setelah terkena
tendangan tersebut. Saat hujan lebat turun, Faiz menghembuskan napas
terakhirnya.
Wira
tidak sanggup menghadapi cercaan orang-orang yang menyebutnya ‘pembunuh’ Faiz.
Ia memutuskan pergi ke Malang dan tinggal bersama neneknya sambil kuliah di
jurusan Teknik Sipil,
Universitas Brawijaya. Di sana, Wira menutup diri dari lingkungan sekitar, teman-teman kampus, dan menjadi takut pada hujan.
“Sudah beberapa bulan ini, Wira
hidup layaknya buronan, yang lari dari segala masalah yang ia buat. Ia
meninggalkan dan melupakan semua yang pernah ia miliki. Ia tak berani menoleh
ke belakang, juga tak berani diam di tempat. Karena jika ia diam, ia tak
akan punya pilihan lain selain mengingat.”
Namun,
takdir seolah memaksanya kembali ke dunia taekwondo. Ia berkenalan dengan Kayla,
gadis manis yang juga seorang
taekwondoin.
Kehadiran Kayla membuka kembali ‘kenangan buruk’ yang
selama ini Wira coba sembunyikan.
“Gadis itu tahu Wira tidak hanya sekadar takut hujan. Gadis
itu tahu hujan adalah kelemahan terbesarnya. Gadis itu tahu, maka dari itu
ia menantangnya.”
Cerita
ini fokus pada perjalanan Wira, seorang pemuda yang kehilangan rasa percaya
diri setelah sahabatnya meninggal. Ia menyalahkan diri sendiri dan berusaha
melupakan Faiz. Wira yang pemalu dan pendiam kemudian bertemu Kayla, yang
mengingatkannya pada Nadine. Orizuka sangat pandai menulis cerita unik menjadi cerita yang
mengalir alami disertai beberapa plot
twist kecil di bagian akhir. Pembaca jadi ikut merasakan kesedihan Wira. Kesan lainnya, novel ini membuat saya ingin berkunjung ke Malang!
Quotes favorit saya:
“Saya tidak tahu
apa yang sudah terjadi pada kamu, tetapi kamu sekarang ada di sini. Kamu
sekarang ada di sini. Kamu tidak bisa mundur. Kamu hanya bisa berjuang.” – Danar hal. 222.
“Orang lain bisa mengatakan apa pun yang mereka
mau. Itu sepenuhnya kuasamu untuk percaya. Tapi, kamu juga punya kuasa untuk
memercayai dirimu sendiri, juga orang-orang yang benar-benar sayang dan peduli
padamu. Kalau kamu selalu percaya omongan orang lain, kamu tidak akan bisa
bahagia.” – Nenek Wira, hal. 254.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar