Setelah gugur dalam tes menjadi editor nonfiksi naskah buku-buku Islam, saya mencari lowongan kerja lain dan mendapatkan informasi bahwa PT. Smartfren sedang membuka lowongan untuk fresh graduate S1 untuk posisi Call Center.
PT. Smartfren sendiri sudah saya kenal cukup lama sejak tahun 2013 saat saya membeli handphone pertama hasil tabungan saya di Galeri Smartfren BSD. Dan saat itu pada Senin tanggal 10 Juli 2017 Smartfren membuka walk interview di Galeri Smartfren BSD. Saya sampai di sana satu jam sebelum buka, registrasi ada di kantin dapur halaman belakang dibuka pukul 09.00 ontime ternyata yang datang sudah banyak. Saya sendiri dapat barisan antrean belakang.
Setelah registrasi selesai dan mendapatkan nomor absen pelamar menunggu dipanggilkan nomor absennya. Jadi, sistem di Smartfren ini sistem GUGUR, saat kamu tidak lolos satu babak maka babak selanjutnya kamu dipersilakan pulang. Kalau saya tidak salah, nomor absen saat itu terbagi menjadi 3 batch, batch A, B, dan C. Misal nomor absen A1, A2, A3, sampai dengan A50. Dan kurang lebih pelamar saat itu sekitar 150 peserta. Hal yang menyenangkan saat berkunjung di Galeri Smartfren BSD adalah pegawainya yang ramah-ramah, dari mulai satpam, Cleaning Service sampai Tim Penguji.
Tes tahap I pun dimulai, tes tahap I meliputi:
1. Psikotes gambar sekitar 30 soal
2. Tes baca dan improvisasi
3. Tes user untuk direkomendasikan ke pusat
Alhamdulillah Tes Tahap I saya ketiganya lulus, itu berarti saya tinggal menunggu sms Tes Tahap II. Kalau dikabari berarti lanjut, kalau satu minggu tidak dikabari berarti gugur, begitu terang Ibu Sari selaku user penguji saya, senior Call Center Smartfren BSD yang ramah banget.
Kurang dari satu minggu saya mendapatkan sms atas nama Ibu Nina HRD agar saya mengikuti Tes Tahap II yakni tes psikotest Final di kantor pusat. Bunyi sms seperti ini:
"Pt.Smartfren, Call Center, Mengundang Psikotes Final SENIN 17 Juli, Jam 8.30 pg. Jl Haji Agus Salim 45 Sabang Jakpus -Belakang Sarinah- Ibu NINA HRD."
Pagi itu saya sampai lokasi pukul tujuh satu setengah jam menunggu dari waktu yang dijanjikan. Saat saya bertanya kepada satpam badannya kekar yang jaga di pos beliau menyuruh saya agar saya menunggu saja di luar gerbang (itu berarti di pinggir jalan raya) padahal saat itu saya tanya baik-baik apakah boleh menunggu di pos satpam ternyata tidak, kalau sekadar nasihat saja sih nggak apa-apa ya, lha ini nada bicaranya ketus sekali seolah saya ini (mungkin) dikira dia mau macem-macem.
Bersamaan itu rekannya sesama satpam bertanya: ada apa pak?
Dia jawab: Ini pak, Mas ini masa mau duduk di pos satpam, ya kaga bisa lah.
Akhirnya daripada lamaran kerja berakhir berantakan, saya hanya tersenyum dan memilih untuk duduk di luar gerbang di bangku panjang dekat gerobak tukang bubur ayam. Persis di depan Alfamart dan Indomaret. Ternyata ada benarnya juga pepatah mengatakan beda minum air desa, beda minum air kota, wallahu a'lam, mungkin si bapak lelah karena semalam shift jaga.
Pukul delapan ada pelamar lain yang duduk menghampiri saya, namanya Saddam Idris dari Medan tapi sudah lama di Jakarta dengan profesi sebelumnya sebagai Call Center BRI dua tahunan. Apa yang saya lakukan tadi, ternyata dilakukan juga oleh Saddam. Bang Saddam ini mau masuk ke dalam karena sudah jam delapan tetapi tetap disuruh tunggu di luar gerbang dengan alasan sama, masih dipel, belum buka, belum datang ibu Nina-nya. Akhirnya kami menunggu di luar gerbang. Pukul 08:30 barulah kami diperbolehkan masuk.
Saya bersama 15 peserta lain menunggu di hall resepsionis barulah pukul 10:00 kami diintruksikan naik ke lantai atas ruang tes Tahap II. Psikotes sendiri berlangsung selamaa satu jam, ternyata yang diujikan adalah tes pauli, tes hitung menghitung dengan soal deretan angka dihitung menurun selebar kertas koran. Saya yang baru pertama kali cukup tidak menyangka juga mendapatkan tes semacam itu. Di ruang tersebut yang termuda adalah saya. Lainnya sudah berpengalaman dan pernah bekerja di tempat lain.
Tes tahap II selesai, kami menunggu di ruang belakang di lantai bawah. Kurang lebih 15 menit menunggu hasilnya langsung keluar dan yaaaaaa alhamdulillah saya GUGUR. Dari 16 kandidat terpilih lolos tes di BSD yang benar-benar lolos hanya 8 orang, yaitu setengahnya peserta tes tahap final. Saya sempat ngobrol dengan peserta yang lolos dan ternyata mengetahui bahwa mereka pernah jadi Call Center juga di tempat lain, ada yang sampai 5 tahun lho. Padahal abang yang duduk di depan saya saat tes tadi, menjawab banyak soal bahkan hampir selesai lho eh tapi dia tidak lolos. Apakah yang dicari yang punya pengalaman jadi Call Center sebelumnya?
Kalau begitu, buat apa buka loker untuk Freshgrad seperti saya ini. Hehe... Wallahu a'lam ya, positive thinking saja karena itu bukan rezeki kita. Allah sudah mengaturnya dan tugas kita berusaha dan berdoa. Tetapi saya bersyukur masuk ke 16 besar yang GUGUR dari 150-an pelamar di BSD tempo lalu.
Oh ya, sekadar tambahan saja, saya lebih approved pegawai di Galeri Smartfren BSD, seperti di awal tadi mereka ramah-ramah sehingga membuat suasana nyaman.
Sekian pengalaman jobseeker saya, insya Allah bertemu lagi dengan pengalaman selanjutnya.
Selasa, 18 Juli 2017
13.20 WIB
ditulis via ponsel Smartfren.
(Bukan ulasan berbayar)
sy kemarin jg baru masukin lamaran ke galeri smartfren di bagian customer sevice representative. semoga sy ga di kesampingkan krn sy fresh graduate jg mas.. biasanya kalau cs begitu gaji bisa sampai brp?
BalasHapus@olivia trias: UMR kak
HapusSaya freshgraduate ko, isnya Allah kalo ada jalanya
BalasHapusSaya freshgraduate ko, isnya Allah kalo ada jalanya
BalasHapusSy td udah masukin lamaran sbg spg n langsung intervw tapi ktanya nanti dihub lagi sekitar seminggu kalu OK nanti diintervw lewat video call jg katanya beneran gak sih
BalasHapusBagi yg udah pengalman kasih tau donk kelnjutannya kayak mna
interview lanjut setau saya tidak video call.
HapusEnak gk gah jadi promotor SF??
BalasHapusIni sy ngelamar ... Tpi belum ada juga yg dateng ...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBismillah hari ini saya tes
BalasHapusGimana tes nya kak ?? Lancar??
HapusKlo boleh tau melamar bagian apa??
besok saya juga mau interview ni tadinya semangat tapi gak tau besok banyak yg nglamar juga apa tidak, rada deg-degkan ngadepin psikotes nya tapi apa pun hasilnya besok bismillah dulu deh semangatt.
BalasHapus